Ormas Dayak Kalbar Tolak Faham Radikalisme dan Intoleran

Pontianak (Kalbar), HDJ.
Kurang lebih 50 orang dari Persatuan Ormas Dayak Kalimantan Barat, menyatakan sikap menolak faham Radikalisme dan Intoleran, di Halaman Rumah Radakng, Jalan Sultan Syahrir, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu 29 November 2020, Pukul 14.30 s/d 14.48 WIB.

David Oendoen, Ketua Umum Garda Borneo sekaligus penggagas pernyataan sikap, menyampaikan bahwa pernyataan sikap itu tergerak dari situasi kondisi di Indonesia khususnya, dimana kita bisa merasakan bahwa mungkin ada gejolak-gejolak yang terjadi, sehingga membuat keresahan dan ketidak nyamanan kepada kita semua.

“Kita dengan daerah lain menyampaikan pernyataan sikap yang sama,” kata David Oendoen.

Untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, dan toleransi antar sesama disituasi dan kondisi menjelang akhir tahun ini, Ketua Umum Garda Borneo meminta aparatur Pemerintah, seperti Pemda dan Pemprov dan lain-lain bisa melihat bahwa kesinambungan atau kebersamaan kita di dalam hubungan sesama etnis, agama, sudah terjalin dengan baik.

“Mungkin kita bisa mempererat kembali, menjelang akhir tahun ini, kita adakan suatu momen yang terbaik untuk kita semua,” saran Ketua Umum Garda Borneo kepada pihak Pemerintah.

Lanjutnya, kalau untuk TNI – Polri, David Oendoen menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung tindakan TNI – Polri dalam menindak kelompok faham Radikalisme dan Intoleran.

“TNI – Polri sangat dibutuhkan, jangan sampai kita amburadul,” tegasnya.

Adapun isi pernyataan Persatuan Ormas Dayak Kalimantan Barat yang tergabung dalam berbagai ormas, OKP, dan Bala-bala Adat yang ada di Kalimantan Barat dengan ini menyatakan :

  1. Setia kepada Pancasila dan UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Mendukung penuh penegakan hukum yang dilakukan TNI dan Polri.
  3. Menolak faham Radikalisme dan Ormas-ormas yang ingin memecah belah Persatuan dan Kesatuan Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia Tercinta.
  4. Meminta kepada TNI dan Polri khususnya Pangdam Tanjung Pura dan Kapolda Kalimantan Barat untuk bisa tegas membersihkan organisasi yang menyebarkan faham-faham Radikalisme, ujaran kebencian, baliho yang menyebabkan perpecahan di Kalimantan Barat.
  5. Kami masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Persatuan Ormas Dayak Kalimantan Barat siap menjaga tanah leluhur kami dari faham Radikalisme dan Intoleran, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Adrian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *