Paket Bansos Covid BKKBN diduga Digelapkan untuk KAMPANYE calon Bupati SMI

Sukabumi, HDJ
Belum lama ini Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sukabumi menerima penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) program Bangga Kencana Tahun 2020. Penyerahan pengahargaan tersebut diberikan langsung oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat. Bertempat di pangrango resort salabintana Sukabumi, Kamis (3/9/2020).

Setelah kegiatan penerimaan penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) program Bangga Kencana Tahun 2020 tersebut digelar, tim awak media menerima sumber informasi dilapangan, bahwa ada salahsatu relawan calon Bupati dan Wakil di Pilkada Kabupaten Sukabumi membagikan paket sembako Bansos, bagi warga yang terdampak covid-19 dari melalui program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Anggaran tahun 2020 dibagikannya pada saat sudah gelap malam hari.

Salahsatu Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi fraksi Partai X hanya mengatakan no-coment setelah RN konfirmasi melalui contak WhatsApp, bahwa diduga Anggota DPR RI satu partainya telah menyalahgunakan bantuan sosial bagi warga yang terdampak Covid-19 dari Anggaran Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Tahun 2020 untuk Kampanye calon Bupati dan Wakil Kabupaten Sukabumi.

Nasihudin Nasution Kepala BKKBN Kabupaten Sukabumi menyampaikan kepada Tim awak media saat di konfirmasi diruang kerjanya mengatakan, pembagian paket bansos kepada warga yang terdampak covid-19 dari anggaran BKKBN yang dipertanyakan, kami sendiri juga tidak tau kalau memang program bansos BKKBN covid-19 tersebut dibagikannya melalui tangan relawan dari salahsatu calon Bupati dan Wakil saat malam hari. Walau pun saat awal pertama kali, bahwa perjalanan Bansos tersebut yang kami ketahui, melalui program dari hasil reses salahsatu anggota DPR RI jakarta.

“Tetapi lazim bagi anggota DPR RI punya program-program kerja sama dengan mitra kerjanya kementerian/lembaga terkait mungkin sah sah saja,” kata Nasihudin kepada Tim awak media, Selasa, 24 November 2020.

Menurut Nasihudin, program-program semacam ini yang kami ketahui adalah bagian dari menjalankan tugas kedewanan, yakni fungsi representasi ketika menjaring aspirasi konstituen di dapil masing-masing. Ia mengatakan tugas ini dilindungi oleh Undang-undang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Dewan Perwakilan Daerah (UU MD3).

“Dalam menjalankan tugas kedewanannya saat kunjungan dapil atau reses, pertemuan terbatas dengan masyarakat, dan memberikan bantuan sebagai aspirasi bagi konstituennya adalah sah saja, dan seyogyanya anggota Dewan seperti itu,” kata Kepala BKKBN Kabupaten Sukabumi.

Nasihudin menyampaikan, jika adanya relawan sebagai penyalur bantuan bansos BKKBN untuk dibagikannya pada saat gelap atau malam hari kepada warga yang terdampak covid-19 tersebut, dan sambil berpesan jangan lupa coblos nomer urut calon Bupati dan Wakil tertentu kami tidak tau, hal itu diluar kendali kami sebagai BKKBN Kabupaten Sukabumi.

Nasihudin Nasution menambahkan, jika memang ada pelanggaran dalam situwasi politik seperti saat PILKADA sekarang ini, silahkan saja ke Bawaslu berdasarkan bukti bukti yang dimiliki, dan masalah tersebut bukan ranah kami.” Katanya.

Sebelumnya menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada Tim awak media, bahwa salahsatu relawan yang membagikan paket Bansos dari BKKBN covid-19 tersebut, dan tidak semua warga yang menerimanya hanya untuk beberapa warga saja yang sebelumnya sudah terdaftar melalui kumpulan fotocopy Ktp yang dipinta oleh relawan serta bekerja sama dengan RT. Setelah itu bantuan paket bansos yang bekantong PROGRAM BANGGA KENCANA berlambang BKKBN anggaran tahun 2020 tersebut disalurkan kepada warga yang terdampak covid-19.” Katanya.

Masih kata sumber mengatakan, pembagian paket bansos BKKBN kepada warga yang terdampak covid-19 sangat janggal.

“Apakah dengan cara seperti itu bukan penyalahgunaan bantuan, jika kalau memang pembagian paket bansos BKKBN tersebut dari anggaran rakyat kenapa tidak transfaran siang hari, dan kenapa tidak merata kepada warga yang terkena dampak covid-19 harus dibagikanya malam hari, di saat situwasi Pilkada seperti sekarang ini melalui dari tangan salahsatu relawan calon Bupati dan Wakil Kabupaten Sukabumi, emangnya uang pribadi.” Ungkap sumber.

BERSAMBUNG…

H.M.Husaeni/ Erik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *