WARGA MASYARAKAT BUMIRESTU REBUT DUDUKI LAHAN PASAR DAN MENOLAK PILKADA 2020

LAMPUNG SELATAN, HDJ
Warga masyarakat Desa Bumirestu kecamatan palas kabupaten lampung selatan merebut kembali dan menduduki mengusai lahan parkir pasar desa bumirestu , yang mana lahan pasar tersebut diklaim Hak atas kepemilikan nya oleh Tumengung cahya marga selaku warga desa bumiasri selama tujuh bulan ini, Senin (30/11/2020).

“Menurut Suroto (45) , salah seorang warga desa bumirestu mengatakan, kami sebagai warga dalam memperjuangkan hak desa sudah melalui cara – cara baik taat aturan hukum selama tujuh bulanan tapi, pihak BPN hanya janji… janji… janjii……!!!! Plintat plintut dan nyata nyata membohongi masyarakat yang bagaimana katanya akan segera menyelesaikan lahan pasar dikembalikan ke Desa nyatanya Bohong.

Lebih lanjut, Suroto penuh dengan rasa kekecawaan, kami warga desa bumirestu sepakat merapatkan barisan memprotes dalam bentuk perlawanan melawan kedzoliman pemerintahan BPN lamsel kami sepakat menolak pemilukada 2020 (Golput).” Kesalnya.

“Bambang Herwanto , selaku ketua BPD Desa bumirestu kecamatan palas pun membenarkan dengan penuh rasa kecewa terhadap pemerintahan BPN lamsel warga nya sepakat menolak EMILUKADA 2020, kami Warga masyarakat memohon kepada Kementrian ATR/BPN Republik Indonesia dibawah Kepememimpinan Presiden Bapak Joko Widodo segera Memecat Kepala Kantor BPN Lampung Selatan karena telah menciptakan kegaduhan di masyarakat dengan kebijakan nya yang melakukan Mall Administrasi.” terangnya.

“Ormas Gema Masyarakat Lokal (GML) yang mendampingi masyarakat Desa Bumirestu , Saefun Naim selaku ketua LPKSM DPP GML, Menyampaikan, Dengan ditanda tangani oleh seribuan (1000) Kepala Keluarga (KK) lebih, GML mendapat Surat Kuasa dari masyarakat Bumirestu dan surat kuasanya sudah kami terima, untuk mendampingi masyarakat kami bersama masyarakat Desa Bumirestu Siap Perjuangkan dengan cara cara yang baik, kami perjuangkan dengan Taat aturan dan Taat Hukum, pada waktu itu ormas GML bersama masyarakat Desa Bumirestu menyuarakan aspirasi kami dalam Aksi Unjukrasa di kantor Pemerintahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) lampung selatan.”

“Dalam Aksi unjuk rasa saat itu Kepala BPN , R Ahmad Saleh Mardani menjanjikan dalam waktu Empat Belas (14) Hari selesai Di Depan Masyarakakat Bumirestu , Ormas GML, Kapolres lamsel, dan anggota Kodim lamsel, Tetapi” , dalam waktu yang telah dijanjikan kami mendatangi kantor BPN kami pertanyakan kepada mereka tapi mereka Plintat Plintut , jadi BPN telah membohongi Masyarakat Bumirestu.

‘Untuk itu kami melakukan dengan cara cara baik dan taat hukum, masyarakat Bumirestu membentuk perlawanan melawan kedzoliman mereka, maka kami menolak PEMILUKADA 2020 kami tidak akan mengadakan Pilkada, karena pemerintah BPN melakukan kedzoliman.

Dengan Demikian kami memohon kepada bapak Presiden Joko Widodo segera memecat kepala BPN lamsel.

(Kim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *