Proyek siluman seperti hal yang biasa di Kuningan

Kuningan, HDJ
Beberapa proyek yang menjadi sorotan adalah infrastruktur. Seperti pekerjaan Tembok Penahan Tebing(TPT) daerah aliran sungai tepatnya di kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan. Hasil pantauan tim media ini di Kecamatan Mandirancan pembangunan TPT Daerah aliran sungai, ada Dua lokasi. Pertama di Samping jembatan eilayah pasar Mandi rancan dan yang satunya lagi di wilayah Desa Sukasari. Entah anggaranya dari mana, volumenya berapa dan anggarannya dari mana? Karna tidak ada satupun Plang proyek di pampangkan. Hal ini Patut di duga proyek tersebut proyek siluman.

Seharusnya sesuai aturan,saat mulai pekerjaan harus dipasang terlebih duhulu plang proyek/ papan nama,agar masyarakat mengetahui jumlah anggaran dan ikut mengawasi,”Kata Mulus mulyadi Ketua forum pers bela negara Kuningan.

Plang informasi proyek itu bertujuan agar pelaksanaan setiap proyek dapat berjalan dengan transparan. Dimana keterbukaan atau transparansi public, sejak tender atau lelang proyek dilakukan termasuk tender proyek yang dilakukan.

Kewajiban memasang Plang papan nama tersebut, bukan tanpa dasar hu kum, itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012.”Kata Mulus, Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik/Non Fisik yang dibiayai anggaran negara wajib memasang papan nama proyek.

Papan nama tersebut di antaranya memuat jenis kegiatan,lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek,volume pekerjaan ujar nya.

Namun dengan tidak terpasangnya Plang papan nama itu pada sejumlah proyek tersebut bukan hanya bertentang dengan perpres. Tetapi juga tidak sesusai dengan semangat transparansi yang dituangkan pemerintah dalam Undang-undang No.14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik, katanya.

Mengacu kepada” pasal 25 Perpres diatur mengenai pengumuman rencana pengadaan barang/jasa pemerintah, melalui website, portal LPSE, papan pengumuman resmi, dan sebagainya. Ini semakin memperkuat apa yang juga diatur dalam UU nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP),”Jelasnya.

Jika tak juga di pasang oleh kontraktor plang nama maka tidak salah publik menilai pekerjaan itu adalah proyek Siluman. Katanya Menyesalkan.

Nggak salah kalau sebuah proyek ,menjadi sorotan masyarakat setempat. Kalau pekerjaan tersebut tanpa disertai pemasangan Plang papan nama proyek.

Di tambah lagi kata dia, dirinya menyesalkan proyek yang sudah hampir selesai sekitar 90 % tapi papan proyek nggak ada.

Dugaan proyek tak bertuan atau proyek siluman adalah keterangan para pekerja saat di wawancarai “Saya hanya kerja di sini masalah papan proyek saya nggak tau dari pertama kerja belum pernah liat.” jelas para pekerja. (Saepul HDJ/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *