Mengenang Farid Hardja 1950-1998 Pentolan Bani Adam

Sukabumi Hariadjakarta.com

Di hari minggu tanggal 27 Desember 1998 sekitar jam 4.20 WIB,Farid Hardja,pemusik,penyanyi,komposer dan bintang film yang bertubuh gempal telah menghembuskan nafas terakhirnya di RS Dr.Tjipto mangunkusumo jakarta dalam 48 tahun.Usia yang sesungguhnya masih menyimpan riak-riak kreativitas.Namun tuhan berkehendak lain. Farid pergi untuk selamanya.

Farid meninggal karena telah lama mengidap diabetes dan jantung.ini memang telah terlihat dari postur tubuhnya yang dari tahun ke tahun kian bertambah besar.

Jazad Farid yang dikenal dengan koleksi berbagai ragam kecamata itu dimakamkan minggu siang itu juga di pemakaman umum Taman Bahagia,Sukabumi, tanah kelahiran Farid Hardja.
Farid Hardja adalah sosok unik dalam industri musik pop indonesia,jabar, 7 September tahun 1950,adalah sedikit dari insan musik pop yang bertahan dalam tiga dasawarsa tanpa jeda sedikit pun.
Populeritasnya tiada pernah pudar.Dari paruh era 70-an hingga akhir era 90-an,Farid tetap eksis dan senantiasa mencatak hits besar.

Jika mengamati sepak terjang penyanyi bartubuh tambun ini dalam kancah industri musik pop, maka terkuaklah elemen yang menunjang masa popularitasnya yang panjang:Farid selalu menyusupkan metamorfosa baik dari sosok maupun format musiknya. Dan, yang paling tepat bahwa farid senantiasa menyesuaikan diri dengan pergeseran waktu.dia tak pernah stagnan. Selalu berubah,berubah,dan terus berubah.

Sosok Farid awalnya dikenal dengan penampilan yang mirip Elton jhon;berkepala agak botak dan gonta-ganti kecamata,dan pada akhir hidupnya ia berbadan bak sudagar dari daratan Afrika.lalu mulailah muncul sederet metamorfosis dari genre musik hingga fashion.sederet hits pun mencuat mulai dari karmila (1977) hingga ini rindu (1991).

Modal utama yang dimiliki Farid adalah karakter vokal yang lentur.kelenturan timbre vokal inilah yang tengah kencang mengalir. Bayangkan,Farid dengan terampil dan cerdik menempatkan atmosfer vokalnya dalam bentuk rock n’roll,rock,pop,reggae, R&B,jazz,gospel, disko,rap,hip-hop,keroncong,hingga dandut sekalipun.ini sebuah talenta yang luar biasa.Farid pun dianugerahi bakat musik yang komplit. Bukan hanya bernyanyi yang di kuasainya,melaikan ia juga sosok komposer yang mumpuni.
Farid mampu menulis melodi bernuansa catchy yang bersanding dengan lirik-lirik yang segar,imajinatif sekaligus komunikatif.dengan sederet keistimewaan yang dimilikinya itulah,maka mendiang Farid bisa dianggap mampu menaklukan selera publik.

Farid Hardja memulai karir musiknya di tahun 1966,di saat negeri ini mengalami transisi dari era Orde lama ke Orde baru saat itu demam British invasion.

Bergabung dalam grup De Zieger yang memainkan rock and roll yang atara lain menyanyikan repertoar The Rolling Stones. Tak hanya di bandung,ia yang saat itu memiliki rambut kribo ala Afro look,mulai bergabung dengan sejumlah band rock yang bermarkas di jakarta,seperti cockpit yang dibentuk Abulhayat (1974) juga bergabung dalam Brotherhood dan Brown Bear di tahun 1975.

Setahun berselang Farid Hardja kembali kekampung halamannya,sukabumi,dan membentuk grup Bani Adam yang lebih dominan memainkan warna rock and roll dan sedikit R&B,juga country.Bani Adam lalu menjadi pusat perhatian,apalagi grup berbentuk kuintet ini menggunakan nama yang kurang lazim.
Saat itu nyaris semua band menggunakan nama berbahasa inggris sebagai jatidiri.”kenapa memakai nama Bani Adam,karena kita ini semua adalah Bani Adam atau ummatnya Nabi Adam.sebagai manusia kita harus paham asal usul kita,”itulah yang diungkapkan Farid Hardja sesuatu ketika.

Di tahun 1977,jackson Records & tapes milik jackson Arif mulai merilis debut album Farid Hardja Bersama Bani Adam dengan nama Farid Bani Adam yang melejitkan karmila.sayangnya,introduksi lagu ini menjiplak intro lagu peace of mind,grup rock Boston.bahkan kejadiannya yang sama berulang lagi ketika Farid Bani Adam merilis lagu yang kedua bertajuk spesial dengan hits iklan laut pun menari dibawah Tanganmu yang ternyata memelintir lagu lyin Eyes grup country rock The Eagles.

Farid dan Bani Adam(1977)
Untungnya,Farid menyadari kekeliruan tersebut.
“Saya mengakui kesalahan konyol itu dengan menjiplak lagu milik orang.Tapi,saya berjanji tak akan mengulang lagi” ungkap Farid.kejujuran ini memang patut dihargai.

Yang pantas dicatat bahwa dalam setiap albumnya, Farid ternyata tidak pernah menggunakan pemusik yang sama.Formasi Bani Adam pun selalu berubah.Beberapa nama pun silih berganti mendukung Bani Adam,mulai dari Emier Abay,Eddy manalief,nirish iskandar,dan max Rondonuwu.Bahkan pemusik tenar seperti Elfa Secioria,jimmie manoppo,dodo Zakaria,Billy J Budiardjo,Oetje F Tekol pun ikut mendandani tatanan musik Farid Bani Adam.

Dalam catatan,Farid telah berduet dengan sederet penyanyi tenar dan berkarakter kuat semisal Achmad Albar,Gito Rolles,Euis Darliah,Endang S Taurina termasuk berduet dengan penyanyi dangdut Anis marsella,merry andani,Maupun Mario.

Dalam sisi penulisan lirik,Farid memiliki keunggulan.pertama, selalu menulis lagu bertema cinta,tapi dengan sudut pandang yang melankolik,terkadang malah lebih tersa unsur humor bahkan satir,simaklah penggalan lirik karmila:

Kau berulang tahun
Kutuang minuman kedalam gelas
Pada saat itu
Ku tahu usia mu baru sebalas oh,karmila.

Kedua,Farid juga cepat menangkap fenomena yang tengah berlangsung di masyarakat pada era tertentu,semisal lagu Bercinta di udara yang di angkat dari tren penggunaan radio komunikasi antara penduduk (CB Radio)yang marak pada era 80-an.
Papa alpha cherlie alpha rimeo mengajakmu gombal di udara memang cinta asyik di mana saja walau di angkasa

Ketiga,Farid pun tak jarang menyelusupkan lirik yang berbau protes dan terkadang menyentuh zona politik.
Misalnya lagu jakarta sayang,jakarta malang,partai sembako,Runtuhnya tembok Berlin,dan masih sederet panjang lagi.

Di sela karir musiknya yang padat dan komplit,Farid di masa hidupnya pun pernah memperlihatkan kemampuan akting di beberapa film layar lebar,mulai dari tante sundarai (1977) bandit pungli (1977) sayang sayangku sayang (1978) dan ini rindu (1991). Dua judul film terakhir lebih tepat disebut sebagai film otobiogropi Farid Hardja.

Farid,sang penghibur itu memang telah berlalu.tetpi karya-karyanya masih bergabung hingga kini.

Engkau sabatku,penghibur isi dunia
Engkau sahabatku,yang selalu menghibir mereka Itu adalah chorus lagu ”1,2,3″,lagu karya Farid Hardja yang disenangdungkannya bersama Achmad Albar di tahun 1984,yang masih terngiang ngiang di kuping saya.

Dikografi
1.karmila-Farid Bani Adam (jackson Records,1977)
2.spesial Editon-Farid Bani Adam (jackson Records,1977)
3.New Bani Adam- Farid Bani Adam(musica Studios 1978)
4.Tinggal Bersama (Original soundtrack)-Farid Bani Adam(Musica studios 1978)
5.Pohon cinta-Farid Bani Adam(Nusantara Records,1979)
6.Asmara-Farid Bani Adam (vigo Ramayana Records,1979)
7.Tangis dalam senyum-Farid Bani Adam(virgo Ramayana Record,1980)
8.Majalah Femina-Farid Bani Adam(virgo Ramayana records,1980)
9.10 lagi terbaik Farid Bani Adam (Jackson Records,1981)
10.Terbuka tirai jendela cintaku-Farid Bani Adam (Jeckson Records,1982)
11.Bercinta di udara Farid Hardja(RCA,1983)
12.Jakarta sayang,jakarta malang-Farid Hardja(WAA/purnama Records,1983)
13.Tragedi/korban Marihuana (Farid Hardja,1984)
14.1,2,3 Tangan baja-Farid Hardja&Achmad Albar
15.17 Tahun ke Atas- Farid Hardja (RCA,1985)
16.superstar Jagorawi-Farid Hardja (RCA,1985)
17.La fender-Farid Hardja(sokha,1986)
18.Irama sofy sofy-Farid Hardja(sokha,1986)
19.Sop dihidangkan-Farid Hardja & GitoRollies(Sokha,1986)
20.jangan menagis-Farid Hardja (RCA,1986)
21.kecamata memburu cintrak-Farid Hardja (RCA,1987)
22.Timur tengah-Farid Hardja (RCA,1987)
23kecamat/Rockn’Roll 87-Farid Hardja (RAC,1987)
24.Asmara Ilala-Farid Hardja &Euis Darliah (Blackboard,1988)
25.S,O,S-Farid Hardja(Metrotama,1990)
26.Demo disco-Farid Hardja(Art Record/union Artist 1990)
27.Ini Rindu-Farid Hardja &lucky Resha (Metrotama,1991)
28.Romantika D’Amour Farid Hardja &lucky Resha(metrotma,1992)
29.Selamat datang asmara-Farid Hardja & Endang S.Taurina (metrotama,1993)
30.Nonstop Mega discomix-Farid Hardja (Blackboard,1994)
31.Ayam-Trio FAM (Farid Hardja,Anis marsella,meryy andani)(metrotama,1994)
32.Cinta damai-Farid Hardja (MSC Record,1996)
33.Varia Bengawan solo-Farid Hardja(Gama nada pertiwi 1996)
34.Opera Anoman-Farid Hardja(PT Aquarius musikindo,199
35.It’s Now or Never -Farid Hardja(life Records,1997)
36.Musik masak-Farid Hardja (Elang mustika,1998)
37.partai sembako-Farid Hardja (Calista 2000,1999)
38.Cut cut cut-Farid Hardja & Barbie (Calista 2000,1999)
39.Obat Cinta-Farid Hardja(Calista 2000_1999)
40.Very Best Of Farid Hardja-Farid Hardja (Gama Nada Pertiwi,2004)

(Fey Bmp News Nkri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *