Forum Wartawan Desa dan Sekolah kabupaten Kuningan memberikan catatan untuk desa dan sekolah.

Kuningan HDJ
Para anggota forum selain berkutit di bidang jurnalis yang menyuguhkan kabar berita dalam memenuhi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang ter update,anggota Forwades juga telah banyak berkontribusi pada pemerintah dalam menyampaikan program pemerintah,namun tak jarang anggota Forwades juga memberikan kritik yang real , guna menjadi bahan evaluasi pemerintah, apakah programnya berjalan atau tidak.

Ada beberapa catatan dari beberapa anggota Forwades selama satu tahun dari awal Januari sampai akhir Desember 2020 ,banyak di temukan dugaan penyalahgunaan anggaran baik di desa maupun di sekolah terutama penggunaan ADD maupun DD, juga di dunia pendidikan dalam penggunaan dana BOS dan bantuan Sapras.

Terkait dugaan penyalahgunaan ADD maupun DD,anggota Forwades mencatat ada beberapa desa yang mengalokasikan dana untuk pemberdayaan,namun hasil investigasi, kegiatan untuk pemberdayaan tidak ada pelaksanaannya,alias fiktif.namun bukan itu saja Forwades mencatat ada dugaan melawan hukum dengan membuat RAB yang besar dengan standart harga barang dan yang tinggi(maksimal), belanja barang /jasa dengan dengan harga rendah,tapi nota belanja di buat sesuai dengan RAB.
Mengurangi kualitas,ukuran dan jumlah barang namun nota belanja di buat sama dengan yang ada di RAB.
Belanja jasa (honor ) rendah tapi pertanggungjawaban upah dibuat sama dengan RAB. Selain itu juga masih banyaknya di temukan kegiatan kegiatan pengerjaan yang didanai dari APBD ataupun APBN tidak di lengkapi Papan informasi Kegiatan.

Forwades juga memberikan catatan untuk sekolah,terutama emplementasi penggunaan dana bos,sebagai contoh dalam penggunaan dana BOS yang dilaporkan per triwulan selalu ada asnap untuk perbaikan ringan sekolah yang dianggarkan,namun pada kenyataanya dalam satu tahun hanya ada perbaikan pengecatan saja belum yang lain lain.
Kemudian di akhir Desember ini ada bantuan berupa Sapras dari dinas ke beberapa sekolah ada berupa TV, infokus dan lain sebagainya,namun disini pun mendapat catatan ada dugaan korupsi dengan me markup harga .Haga barang tersebut sangat jauh perbedaanya dengan harga dipasaran dengan Spec yang sama.

Terkait permasalahan tersebut pemberitaan sering di munculkan di media media yang tergabung dalam wadah yang di namakan Forwades, tapi sangatlah di sayangkan pemberitaan atau kritikan yang sifatnya membangun seakan akan di anggap angin lalau, apa mungkin di setiap regulasi yang menggunakan sebuah anggaran pemerintah, terselip sebuah konspirasi yang kurang baik di dalamnya ? Sehingga para pelaku tenang tenang saja dan para pejabat sebagai PPK di liding sektornya pun menganggap hal yang wajar. Semoga tidak seperti itu. Dan jangan hal seperti itu sampai terjadi.

Inilah catatan kecil Forwades, semoga pihak pemerintah bisa memperbaiki regulasi demi kemajuan kita bersama.

Penulis ; SURADI ( ketua Forwades)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *