Kepala Dishub Kota Sukabumi Ikut Pembersihan Jalur Pedestrian

Sukabumi Harian Djakarta.com
Kepala Dishub Kota Sukabumi Ikut Terjun Langsung Kejalan Dago Untuk Mengikuti Pembersihan Jalur Yang Pedestrian Yang Akan Segera DiresmikanKepala Dinas perhubungan (Dishub) kota sukabumi,
Abdul Rachman berserta jajaran melakukan giat bersih-bersih di area jalur pedestrian jalan Dago. Kegiatan tersebut sebagai persiapan launcing jalur pedestrian yang telah selesai di bangun oleh wali kota sukabumi pada 31 Desember 2020.

“Sebelum dilaunching kita bersihkan dulu,sambil memberikan sosialisasi ke masyarakat.kita juga membagikan masker sebagai bentuk pencegahan penyebaran COVID-19,” kata Abdul kepada wartawan di Jalan Dago, Kadishub juga menjelaskan terkait proses pembangunan jalaur pedestrian Dago baik sisi timur maupun barat telah selesai 100 persen. Pihak penyedia jasa masih memiliki tanggung jawab untuk pemeliharaan selama tiga bulan kedepan,setelah pembangunan selesai.

Alhamdulillah pekerjaan pembangunan sudah selesai,bahkan ada kelebihan bayar oleh penyedia jasa,misalnya volume 70, pada kenyataannya mencapai 100 persen,”Tandasnya

Dishub juga telah melakukan rapat koordinasi mulai dari Satuan Polisi Lalu Lintas,
Satuan Polisi Pamong Praja,
Dinas lingkungan Hidup fan Diskopdarin, untuk avaluasi dengan Satlantas akan di Uji coba sistem satu arah (one way) dari selatan ke Utara, (dari RE.Martadinata menuju Balaikota) Tapi nanti kita evaluasi lagi, karena lalu Lintas bersifat dinamis.kita lihat kerawanan kemacetan akibat diberlakukan sistem one way,”ujarnya.

Berbicara kantong parkir yang selama ini ada di sepanjang jalur Dago, Abdul mengatakan nantinya akan mengajak partisipasi masyarakat,sebagi bentuk minimalisir parkir,hanya mengakomodir pejalan kaki dan parkir roda dua. Untuk parkir roda empat,Dishub telah menyurat ke beberapa potensi kantong parkir,untuk dijadikan lahan Off Street parking Ada beberapa kantong parkir disekitar Dago seperti milik Cafe like eart yang mungkin bisa dimangfaatkan juga sebagai masukan ke mereka. Termasuk nantinya Ada Pembatasan PKL yang di koordinir oleh Diskopdagrin.

Pembatasan PKL yang dimaksud nantinya para pedagang yang berjualan ditengah taman hanya 40 pagi dan 40 malam. Dengan catatan tidak permanen,hanya portabel,dimana pemkot sukabumi lebih memfokuskan jalur pedestrian hanya untuk pejalan kaki dan masyarakat yang ingin menikmati suasana taman ditengah kota sambil nanti kita ada satu konsep lagi yang akan menampung PKL dalam satu ruangan khusus di Gedung DPRD.Lebih seperti wisata kuliner nantinya,kalau Gedung Dewan pindah ke Cibeureum,”Pungkasnya

(Fey Bmp News Nkri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *