Oknum Kades Digerebek Warga Lagi Bersama S di Kamar, Hingga Oknum PNS Ditangkap Terancam 20 Tahun Penjara

Hariandjakarta.com-Berikut berita terpopuler terkait oknum kades dan oknum PNS yang digerebek warga, simak selengkapnya di bawah ini:

Kepala Desa Wotgalih, Kecamatan Nguling, Pasuruan, Rini Kusmiati melakukan aksi tidak terpuji.

Rini kedapatan telah menjalin hubungan terlarang dengan seorang perangkat desa bernama Salam, Minggu (21/3/2021) pagi.

Perselingkuhan itu terungkap ketika suami Rini, Eko Martono menaruh curiga pada istrinya.

Untuk membuktikan kecurigaannya, Eko kemudian membuntuti kemana istrinya itu pergi.

“Dan benar saja dia bertemu selingkuhannya, maka saya panggil warga untuk menggerebeknya,” tuturnya, seperti dikutip dari SINDONEWS.com.

Eko bersama dengan warga lantas mendatangi kediaman seorang warga bernama Arumi, di Desa Gendis, Nguling untuk melakukan penggerebekan.

Ketika itu, Salam yang terkejut langsung lari terbirit-birit sambil membetulkan celana dan sempat menjadi bulan-bulanan warga.

Namun Salam akhirnya tertangkap sementara Rini berhasil melarikan diri lewat pintu belakang.

Polsek Nguling lantas mengamankan Salam beserta barang bukti berupa sprei kamar tidur dan dua sepeda motor milik Rini dan Salam.

Sementara itu, Eko menyebutkan bahwa perselingkuhan tersebut sudah terjalin sejak beberapa bulan yang lalu. (Mel/Rah).

Kepolisian meringkus seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS), berinisial M, karena terlibat peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto membeberkan kronologis penangkapan oknum M.

Eko Hartanto menjelaskan, penangkapan M terjadi di rumahnya di kawasan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti 1,12 gram sabu-sabu.

Kepolisian mendapati barang bukti tersebut di dalam kantong celana pelaku.

Namun, tersangka M membantah bahwa sabu-sabu tersebut miliknya.

“Pelaku M membantah sabu-sabu yang disita polisi bukan miliknya. Namun, pelaku mengakui pernah memakai sabu-sabu selama dua kali, sejak November 2020 hingga Januari 2021,” kata Eko Hartanto menjelaskan dikutip dari jpnn.com.

Penjelasan oknum M

Di sisi lain, M menduga bahwa ada pihak yang ingin menjebaknya.

“Saya heran barang bukti sabu-sabu tersebut dari mana, katanya itu punya saya. Dari awal saya sampaikan bahwa sabu-sabu itu bukan punya saya, namun saya tidak ingin menuduh siapa pun,” kata M.

M menjelaskan saat penangkapan, ia sedang memasang lampu depan rumah. 

Polisi tiba-tiba datang dan menggeledah lalu menemukan sabu-sabu di kamarnya.

Lalu, kata M, ia dan istrinya merasa kejanggalan dalam kasus ini.

Menurut M, memang benar ia pernah mengonsumsi obat haram tersebut dua bulan lalu.

M menggunakan barang tersebut untuk meringankan sakit kaki yang ia derita.

Namun, sekarang dirinya tidak lagi menggunakan narkoba tersebut.

Meskipun merasa janggal, M dan sang istri tidak mau berpikir yang bukan-bukan.

Ia mengaku akan mengikuti semua proses hukum yang berjalan karena ia tidak merasa memiliki sabu-sabu.

Dan jika nantinya M pun ternyata positif menggunakan narkoba, ia meminta untuk menjalani rehabilitasi.

Lanjut M, kepolisian tidak menemukan alat isap sabu-sabu pada saat penggeledahan.

Sehingga ia minta kepada Kapolres Lhokseumawe sebagai pimpinan untuk keadilan dalam kasus ini.

Menurut putusan kepolisian, atas perbuatannya, tersangka M terjerat Pasal 114 Ayat (1) jo Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara. (Sumber nesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *