MIRIS !! TERULANG KEMBALI PELAYANAN POLSEK TANAH JAWA YANG TIDAK PROFESIONAL

Tanah Jawa, Harian djakarta. Com
Polri merupakan lembaga negara yang bertanggung jawab langsung di bawah Presiden Republik Indonesia (RI). Dalam tugas-tugasnya, Kepolisian diharuskan mampu mengayomi serta memberikan rasa aman di tengah masyarakat. Setiap masyarakat yang merasa menjadi korban suatu tindak pidana berhak melapor kepada Kepolisian setempat untuk kemudian dapat di proses sesuai Hukum Yang Berlaku  Sebagaimana tertuang dalam UU No 2/2002 tentang Kepolisian Negara RI, “bahwa pemeliharaan keamanan dalam negeri melalui upaya penyelenggaraan fungsi kepolisian yang meliputi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia selaku alat negara yang dibantu oleh masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.”

Sayangnya, lagi-lagi sebuah teori yang harus nya diterapkan ditengah- tengah masyarakat berbeda dengan praktik di lapangan. Tidak jarang ditemui adanya ‘oknum’ anggota kepolisian yang kerap melenceng dari fungsi dan tugasnya sebagaimana tertuang dalam UU dan Tribrata sebagai nilai dasar dan pedoman moral Polri.

Kepolisian Sektor Tanah Jawa menjadi salah satu contoh menakutkan bagi kaum pencari keadilan, Lagi- Lagi Oknum Polsek Tanah Jawa bernama bpk AL.Siahaan dan bpk.Maniur Sinaga tidak mencerminkan asas humanis dan mengayomi  di lingkungan hukum Kepolisian Sektor Tanah Jawa  tentang pelayanan polsek tanah jawa yang sangat tidak profesional seperti konsep presisi yang berkeadilan yang digaungkan oleh Kapolri.

Pada tanggal 31 maret 2021 Korban br.silakahi bersama R. silalahi melakukan Laporan (pengaduan) ke polsek tanah jawa terkait dengan terjadinya kehilangan yang dialami oleh Br. Silalahi (Korban). tiba di polsek tanah jawa dan di bagian SPKT ( Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) korban hendak membuat pengaduan akan kejadian yang ia alami . tidak sampai disitu, setelah membuat pengaduan di SPKT korban dimintai keruangan Juper dan dimintai keterangan oleh penyidik (Juper). pada saat pemeriksaan di ruang Juper, oknum ALS mendatangi korban dengan melontarkan pertanyaan dan tanpa mempertanyakan koronologi awal nya dan langsung bertanya “betul nya hilang uang mu, jujurlah kau karna ga logika bisa hilang uang mu . jujur lah kau” sampai berulang kali sehingga membuat korban tidak merasa nyaman. korban lalu menjawab dengan sebenar-benarnya bahwa korban memang kehilangan. oknum tersebut berulang kali menanyakan hal yang serupa seolah olah kami membuat laporan palsu yang membuat korban tidak nyaman dan membuat R.silalahi menjawab pertanyaan oknum tersebut akan tetapi jawaban R.silalahi tidak diindah kan oleh oknum dengan mengatakan ” Kau diam, Kau diam” tidak sampai disitu oknum itu mengatakan “Kau preman, Kau preman” sembari mendekatkan wajahnya tanpa memakai masker ke hadapan R.silalahi yang pada saat itu mendampingi korban, R.Silalahi mempertanyakan kapasitas ALS sebagai JUPER atau sebagai unit SPKT apabila di unit SPKT maka wewenang nya hanya penerima laporan ungkap R. silalahi saat dihubungi oleh tim hariandjakarta.com

saat dihubungi, R. Silalahi mengaku kecewa dan menyayangkan kalimat yang digunakan oleh oknum kepolisian yang menjadi pengayom masyarakat dan beliau juga mengatakan sangat disayangkan tindakan polisi yang mendekatkan wajah nya mengingat VIRUS COVID-19 Masih ada dan mempertanyakan apakah begini konsep pelayanan polri yang di gaungkan oleh kapolri yaitu polri presisi” ucap beliau

karena perlakuan oknum Polsek Tanah Jawa terhadap R.S saudara korban, pihak korban yang berada diluar lalu mendatangi polsek tanah jawa dan mempertanyakan perlakuan ALS yang tidak profesional terhadap korban. akan tetapi saat hendak di Polsek Tanah Jawa, Oknum polisi yaitu (M.S) yang merupakan jajaran Polsek Tanah Jawa mengusir Pihak Korban yang mempertanyakan sikap arogan ALS dari Polsek Tanah Jawa. tidak selesai dengan kekecewaan beliau, korban dan R. Silalahi kembali dibuat kecewa dengan perlakuan oknum Polsek Tanah Jawa yang mengusir kerabat nya.

R.Silalahi sangat menyayangkan perlakuan oknum (ALS) dan (MS) tidak sesuai dengan SOP dan amanat yang digaungkan kapolri yaitu pelayanan yang presisi terhadap masyarakat”ucap beliau.

Dari berbagai bahasa yang disampaikan oleh oknum polisi tersebut, maka kami meminta kepada Kepala Polisi Sektor Tanah Jawa supaya secepatnya perbaiki pelayanan Polsek Tanah Jawa terhadap rakyat, terkhususnya terkait dengan laporan kami

Sangat miris dan tersiksa nya Hak seorang pencari keadilan bagi mereka yang kurang mengerti hukum yang seharusnya Polisi menjadi tokoh yang menjunjung tinggi Hak- Hak masyarakat. Dalam hal ini Br. silalahi yang Didampingi  oleh R.Silalahi berharap agar pelayanan hukum di Kepolisian Sektor Tanah Jawa tidak semata-mata melayani masyarakat berdasarkan golongan. Sambung R. Silalahi berharap agar hal serupa tidak terjadi bagi masyarakat lain nya yang membutuhkan perlindungan hukum dari Polsek Tanah Jawab”ucap beliau (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *