Jatim Pertimbangkan Vaksinasi Covid-19 Usai Buka Puasa

hariandjakarta.com

Meski demikian, Emil memastikan bahwa Majelis Ulama Indonesia  (MUI) Jatim sudah mengeluarkan fatwa, bahwa vaksin tidak membatalkan puasa. Namun opsi pelaksanaan vaksinasi pada malam hari tetap dipertimbangkan.

“Kalau soal vaksinasi, kan ada pandangan dari MUI sebenarnya itu tidak membatalkan puasa,” ucap dia.

Mantan Bupati Trenggalek itu mengatakan mekanisme dan penjadwalan pelaksanaan vaksinasi akan segera diumumkan oleh dinas kesehatan provinsi serta masing-masing kabupaten/kota.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar sebelumnya menganjurkan agar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sebaiknya dilakukan pada malam hari saat Ramadan.
“Kan sudah ada edaran dari MUI, cuma anjurannya vaksin dilaksanakan malam hari,” kata Miftachul, ditemui di Surabaya, Sabtu (20/3).

Pemerintah, kata dia, perlu melakukan kajian apakah pelaksanaan vaksinasi tersebut bisa digelar pada malam hari. Juga untuk mencari tahu apakah hal itu bertentangan dengan aturan medis atau tidak.

Bila hasil nanti ditemukan bahwa proses vaksinasi pada malam hari bertentangan dengan standar, maka MUI disebutnya membolehkan proses vaksinasi tetap pada siang hari.

“Tapi umpama siang hari kalau untuk mempercepat proses agar segera terlaksana dengan tertib, dan standar sebagaimana yang telah ditentukan, ya boleh,” ucapnya.
Miftachul juga mengatakan bahwa, bagi MUI, suntikan vaksin tersebut tak akan membatalkan ibadah puasa. Sebab fungsinya yang hanya sebagai penguat.

“Tidak [membatalkan], Itu kan fungsinya kan hanya untuk memperlancar isi perut saja, semacam nutrisi, penguat saja,” ujar dia.

sumber : CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *