HMI Pasangkayu Aksi Demo di DPRD Pasangkayu, Wandi: Transparansi Anggaran dan Klarifikasi Terkait Beberapa Proyek di Pasangkayu

ISTIMEWA- AKSI DEMO-
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat Aksi Demo di Gedung DPRD Pasangkayu, Senin (12/4/2021).
(IST/RJ/AAR BW/redaksi).

Pasangkayu, Radar Jakarta.net
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pasangkayu menggelar aksi solidaritas Mahasiswa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Jalan Ir.Soekarno, Senin (12/4/2021) seperti dikutip dari Trans89.com.

HMI Pasangkayu meminta transparansi anggaran termasuk pembangunan asrama Pasangkayu di Kabupaten Mamuju ibukota Sulbar yang belum ada hingga saat ini.
Koordinator Lapangan (Korlap) Wandi mendesak dan meminta klarifikasi tentang beberapa proyek pembangunan yakni; pertama, proyek pengadaan rumah Smart Argo dengan anggaran senilai Rp. 1,5 miliar. Kedua, pengadaan rumah Tahfidz Quran senilai Rp 1,1 miliar. Ketiga, pengadaan pembangunan Landscape Kompleks Kantor Dinas-Dinas senilai Rp 2,9 miliar, serta meminta transparansi terhadap penggunaan anggaran dana Covid-19.

“Kehadiran kami di sini di Gedung Wakil Rakyat ini untuk meminta klarifikasi beberapa proyek pembangunan yang kami nilai hingga saat ini tidak adanya transparansi anggaran,” kata Wandi selaku Korlap dan Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPMA) Pasangkayu di Mamuju.

Menurut Wandi, HMI tidak percaya dengan DPRD Pasangkayu dan birokrasi di Pasangkayu.Dan, sebagai anggota DPRD hanya bisa duduk enak di Gedung mewah ini serta tidak melihat jeritan rakyat yang selama ini diwakili.

“Kalian adalah wakil rakyat yang harus berpihak kepada rakyat pula. Kalian jangan menutup mata dan telinga, sehingga jeritan rakyat Anda tidak lihat dan dengarkan,” tegas Wandi.
Terkait aksi tersebut, Sekretaris Komisi III DPRD Pasangkayu Nasaruddin mengapresiasi aksi demo HMI Pasangkayu.
“Tuntutan dan permintaan kami terima dan membawa ini kedalam internal DPRD dulu. Bagaimanapun juga pengawasan adalah tugas kami di DPRD,” kata Nasaruddin.
Untuk persoalan dana Covid-19 sendiri, lanjut Nasaruddin, ada baiknya adik-adik menanyakannya langsung kepada Satuan Tugas (Satgas) Covid Pasangkayu, dimana DPRD hanya mengetahui jumlah nominalnya.
“Permasalahan Covid-19 harusnya kita bicarakan ke Satgas Kabupaten Pasangkayu yang mengelah anggaran dengan jumlah Rp 36 miliar. Persoalan teknisnya kami tidak tahu menahu,” kata Nasaruddin legislator asal PKS.

ISTIMEWA-
KETUA DPRD PASANGKAYU Hj.ALWIATY SAAL, SH
(Ist/RJ/AAR BW/redaksi).

Terpisah, anggota DPRD Pasangkayu Muslihat Kamaluddin mengatakan, bahwa belum bisa menjawab permintaan adik-adik HMI Pasangkayu disebabkan situasinya yang mendadak.
“Untuk itu jika diperlukan akan dijadwalkan pertemuan ulang, karena ini mendadak. Kita harus bisa atur ulang jadwal pertemuannya, sehingga kami dapat menyurat ke instansi terkait untuk membahas tuntutan adik-adik,” kata Muslihat.

Menanggapi hal tersebut, Wandi mengatakan, kami mau berdiskusi dengan baik , sehingga apabila ada instansi terkait belum ada, kami akan menunggu.
Kami beberapa kali mengajukan proposal untuk segera mengadakan asrama permanen IPMA Pasangkayu di Mamuju.
“Dari dulu kami sabar, sehingga hanya di janji-janji oleh instansi terkait. Selain itu, dimana ada anggaran yang tidak jelas dan tidak adanya transparansi anggaran Covid-19. Kami berharap bisa memanggil instansi terkait. Kami sudah mengajukan proposal dari tahun 2014 dan sampai sekarang belum terpenuhi,” sesal Wandi.

Menanggapi hal itu Nasaruddin mengatakan, kami juga sadari dengan kebutuhan adik-adik dan kami akan mendorong. Sekiranya minimal pemerintah untuk mengadakan asrama permanen IPMA Kabupaten Pasangkayu di Mamuju.

“Hak-hak kami sebagai DPRD hanya dalam mengawasi. Persoalan masalah Covid-19 harusnya kita berbicara ke Satgas Covid-19 Pasangkayu,” kata Nasaruddin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulbar Iksan mengatakan, persoalan di Dispora Pasangkayu hanya bisa menjalankan anggaran untuk kontrakan.
“Apabila anggaran rumah atau asrama permanen itu dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),” kata Iksan.
Anggota DPRD Pasangkayu lainnya Herman Yunus asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) turut angkat bicara. Ia mengatakan, kami akan menampung aspirasi adik-adik sekalian sesuai
dengan tuntutan adik-adik.

“Untuk dana Covid-19 sebesar Rp 8,5 miliar itu dikelolah Satgas. Kami dari DPRD Pasangkayu sangat setuju dengan adanya aksi adik-adik sebagai pengawasan, dan kami DPRD menerima aspirasi adik-adik,” kata Herman, seperti dikutip dari Trans89.com.
Menanggapi pernyataan aksi HMI Pasangkayu tersebut, Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Pasangkayu Sumarlin mengatakan, pada tahun 2019 yang kami benahi asrama mahasiswa yang ada di Palu. Pada tahun 2020 kami benahi asrama mahasiswa yang ada di Makassar.

“Mudah-mudahan tahun kedepannya, asrama Mahasiswa di Mamuju akan dibangun. Landdcape dibangun tahun 2019 bertujuan agar akses yang ada di 7 kantor karena di dalamnya becek, makanya kami menganggarkan Landscape jalan dan taman sehingga memudahkan pelayanan,” jelas Sumarlin.

Sumarlin mengatakan, untuk rumah Tahfidz yang tujuannya mengembangkan mental dan spiritual, sehingga penting untuk kita membangun rumah Tahfidz.
“Terkait lokasi, hal itu untuk memudahkan. Makanya, kami membangun di lokasi yang berada di tanah Pemda Pasangkayu,” tandas Sumarlin.

ISTIMEWA-
Ketua DPRD Pasangkayu Alwiaty Saal.
(Ist/RJ/AAR BW/redaksi).

Ketua DPRD Pasangkayu yang berasal dari Partai Hanura Alwiaty Saal tak lupa bersuara. “Kami tahu kesabaran ada batasnya. Berikan kepercayaan kepada kami,” kata anak mantan Wakil Bupati Pasangkayu dua periode H.Muhammad Saal.
Di tahun 2020 nanti, kata Ati begitu sapaan akrab sang Ketua DPRD Pasangkayu ini, kami akan berupaya untuk memenuhi tuntutan adik-adik berupa asrama Mahasiswa.
“Kami akan mengupayakan Asrama Mahasiswa Pasangkayu di Mamuju.Terkait Covid-19, kami dari pihak DPRD Pasangkayu tidak dilibatkan,” tegas wanita asal Mandar ini.

Reporter: Andi Abdul Razak B.Wahiduddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *