Ada Apa Dengan Pak Camat Petak Malai,Katanya Ga Ada Laporan,Tapi Malah Ada Kabar.

Kalimantan Tengah, HarianDjakarta.com

Pak camat petak Malai ( Kusuma jaya.SE ) mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa 27 April 2021,Kantor desa Nusa Kutau Dibangun Dari APBD Kabupaten Katingan, Melalui Dinas PMD kabupaten Katingan,Dan seharusnya kantor desa itu Otomatis bila ada terpilih kades baru harus berkantor di kantor desa yang ada dan sepengetahuan kami kantor itu digunakan oleh pak kades yang baru pada awal awal menjabat, buktinya aman aman saja, tetapi mengapa kemudian tidak ditempati,Kami tidak pernah mendapat gugatan atau laporan bahwa kantor itu bermasalah buktinya bisa dibangun dan tidak pernah di apa apa kan, cuman sekarang tidak digunakan dimanfaatkan”Ucap Kusuma jaya
Pada hari Rabu 28 April 2021,Kepala desa Nusa Kutau Mengatakan Kepada wartawan,bahwa pada tgl 25 Juli 2020,Kami Dengan Pak Camat dan Para perangkat desa sekali Gus ketua BPD Desa Nusa Kutau,Tapi si oknum yang mengakui bahwa tanah tempat kantor desa belum ada Penyelesaian nya”Ucap Herdianto
Pada hari Rabu 28 April 2021,Pak camat mengatakan kepada wartawan,Benar Sekali Waktu itu saya bersama salah satu anggota Babinsa,Jadi pada waktu itu ada kabar bahwa tanah kantor desa itu bermasalah, setelah kami telusuri dan bertemu mantan kades yang lama, ternyata cuma salah paham dan mantan kades yang lama, mempersilahkan kades yang baru, untuk menggunakan seluas luasnya untuk tugas melayani masyarakat kepada kades yang baru” Ucap Kusuma jaya
Pada hari Rabu 28 April 2021 Kepala desa mengatakan kepada wartawan,bahwa sampai saat ini kami masih belum ada serah terima aset aset desa,atau pun surat surat tanah tempat kantor itu berdiri,dan sampai saat ini masih belum ada titik terang untuk kami”ucap Herdianto
Pada hari Rabu 28 April 2021,Sekdes Nusa Kutau mengatakan kepada wartawan, bahwa Benar kalau tanah tempat kantor desa itu bermasalah,dulu kami sering turun ke kantor desa,ada  oknum yang mengakui tanah tempat kantor desa itu berdiri adalah tanah nya, setelah itu kami pindah ke rumah pak kades,agar bisa melayani masyarakat seperti biasa,sambil menunggu masalah tanah kantor desa itu di selesai kan,dan sambil menunggu serah terima aset aset desa,sampai saat ini kami belum ada menerima surat suara tanah tempat kantor desa itu berdiri, sehingga kami masih melayani masyarakat di rumah pak kades,saya berharap agar pihak pemerintah kabupaten Katingan,bisa turun ke desa kami,dan bisa menyelesaikan permasalah tanah tempat kantor desa itu”tutup Mintro. (MR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *