Arogansi Aliong Rugikan Warga Masyarakat Pemilik Lahan

DUMAI, HARIANDJAKARTA.COM

Sudah berulangkali rendah kan diri, tapi malah kepala di pijak. Ungkapan bahasa demikian patut di sematkan pada warga masyarakat Edi Cs sebagai tergugat yang memiliki lahan pertanian, dengan total luas lahan 28 Ha (Di kuasai 6 orang) di RT. 08 Kel. Bangsal Aceh Kec. Sungai Sembilan Kota Dumai.

Niat Edi dan Santoso Cs menyelesaikan persoalan sengketa lahan secara hukum perdata di Pengadilan Negeri Kelas 1A Dumai, di rusak oleh penggugat Suryanto alias Aliong dan Elsanti, sepasang suami istri pengusaha sembako, yang membuka usaha di sebuah ruko di jl. Pulau Payung/Pangeran Diponegoro Kel. Sukajadi Kec. Dumai Kota.

Kronologi sengketa lahan bermula pada saat Edi membuat Laporan Bantahan Hasil Sidang Perkara Perdata Suryanto alias Aliong dan Elsanti VS Santoso.

Laporan Bantahan di buat pada 17 Januari 2019 oleh Pengacara para Pembantah (Edi Gunawan, Herman Flani dan Eka Elvira) Rahma Kareni di PN kelas 1A Dumai dengan Registrasi Nomor: 09/SK/2019/PN Dum.

Laporan Bantahan di buat Edi Cs, menyikapi kekalahan Sidang Perkara Perdata Suryanto alias Aliong dan Elsanti VS Santoso (merupakan rekan Edi Cs, sehamparan dengan Santoso), di mana dalam putusan perkara mengatakan Santoso, termasuk Edi Cs harus ikut menyerahkan lahan kepada pemenang perkara, dalam hal ini Suryanto alias Aliong dan Elsanti.

Tidak terima lahan nya harus ikut di serahkan kepada Suryanto alias Aliong dan Elsanti, Edi Cs membuat Gugatan Bantahan di PN Dumai.

Seiring waktu, proses hukum Perkara Perdata yang di ajukan saudara Edi di PN Dumai, berakhir dengan putusan N.O (Niet Ontuankeljik Verklaad), sekalipun Ketua RT. 08 Kelurahan Bangsal Aceh, Sulaiman, dalam kesaksiannya di PN membenarkan bahwa lahan tersebut milik Edi Cs.

Putusan Pengadilan di tuangkan dengan Registrasi Nomor: 04/Pdt. Bth/2019/PN Dum, tanggal 05 September 2019, di tandatangani Panitera Syawal Aswad Siregar, SH, MH.

Artinya, Gugatan tidak di terima tapi tidak juga di kabulkan. Dengan kata lain bahasa awamnya, lahan dan objek yang ada di atas nya yang menjadi Status Quo alias tidak di kuasai kedua belah pihak.

Namun pada bulan Ramadhan tahun 2020 lalu Edi Cs melihat pohon sawit yang sudah berumur ±7 tahun telah tumbang dan di ganti dengan bibit sawit baru, di perkirakan berumur ±1 tahun diatas lahan 16 Ha dari total lahan 28 Ha.

Kemudian Edi dan Santoso menanyakan Operator alat berat bernama Sitanggang, yang berada di lahan tersebut bersama alat berat nya.

Di jawab Sitanggang “Saya di perintahkan oleh Alai (mandor lapangan Suryanto alias Aliong dan Elsanti) menumbang pohon sawit di lahan ini menggunakan alat berat dan mengganti dengan bibit sawit baru”.

Karena Alai susah di hubungi apalagi di jumpai, Edi dan Santoso menghubungi Pengacara nya Suryanto alias Aliong dan Elsanti, yaitu Edi Azmi, SH.

Ketika bertemu, dijawab Edi Azmi “Tidak ada perintah dari Suryanto alias Aliong apalagi saya, tuk menumbang pohon sawit yang lama dan mengganti dengan bibit sawit baru”.

Tapi Edi Azmi sempat memberi angin segar pada Edi dan Santoso, dengan mengatakan bahwa lahan tersebut tidak masuk dalam Objek Perkara.

“Saya sudah capek mengurus perkara ini,” kata Edi Azmi.

Namun Edi Azmi mengatakan pada Edi dan Santoso, agar kembali menjumpai Alai dan Narto (mandor lapangan).

Bertemu Narto, di jawab beliau “Sabar Bang, nanti saya urus”. Bahkan memberikan angin segar akan di upayakan ganti rugi dari Suryanto alias Aliong dan Elsanti kepada Edi Cs.

Setiap kali Narto ditelpon di jawab “Nanti Boss.. saya lagi banyak urusan”.

Pada bulan Ramadhan April 2021 kemarin, Edi Cs bertemu dengan Aliong dan Elsanti, namun di jawab Aliong dan Elsanti “Kita lanjutkan aja perkara ini di Pengadilan”.

Hingga berita ini naik, Edi Cs dengan kerendahan hati, hanya menginginkan satu hal, bagaimana masalah lahan tersebut bisa di selesaikan secara baik-baik. Bisa dengan cara ganti rugi, kerugian Edi Cs.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Investigasi Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Provinsi Riau, Ir. Toga Tampubolon berkata “Sepatu

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Investigasi Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Provinsi Riau, Ir. Toga Tampubolon berkata “Sepatutnya Suryanto alias Aliong dan Elsanti bersedia di temui oleh Edi Cs tuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik,” ungkap pria berkumis tebal tersebut.

Toga Tampubolon mencoba konfirmasi dan mediasi dengan mencoba menjumpai Aliong dan Elsanti di Ruko nya, namun tidak bertemu.

(GBS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *