Usai Jalani Proses Hukum, Pemuda Ini Kembali Ke Keluarga

DUMAI, RADARJAKARTA.NETBermula pada sekitar Mei 2018, pemuda lajang RNH terlibat secara tidak langsung kegiatan terorisme.
Teror berupa peristiwa penyerangan ke Markas Polda Riau pada Rabu pagi (16/05/2018) sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat itu Polda Riau akan menggelar ekspos tangkapan sabu 29 kilogram di Indragiri Hilir. 
Tiba-tiba 1 unit mobil minibus milik terduga teroris menerobos masuk menabrak pintu gerbang Polda Riau. 
Salah seorang terduga teroris keluar mengejar polisi menggunakan samurai panjang.
Sebanyak empat teroris ditembak mati dalam penyerangan.
Satu polisi Ipda Auzar dilaporkan turut meninggal seusai ditabrak mobil yang dikendarai teroris.
Dari pengembangan kasus, Densus 88 menemukan nama RNH (20 th), seorang pemuda asal Kota Dumai turut terlibat secara tidak langsung dalam peristiwa tersebut.
RNH pun kemudian di amankan Densus 88 pada 21 Mei 2018 di rumah orang tua nya di Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai.
Proses sidang memutuskan RNH bersalah, dan di vonis 3 tahun.
RNH kemudian menjalani hukuman di Lapas Kelas III Gunungsindur, Kabupaten Bogor.
Setelah menjalani 1,5 tahun, RNH kemudian di pindahkan ke Lapas Kelas IIA Tembilahan, Provinsi Riau.

Sebagai mana Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012, tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, maka pelaku teror tidak mendapat remisi.
RNH pun kemudian menjalani 1,5 tahun lagi di Lapas Tembilahan.
Dan pada Jumat pagi pukul 09.00 WIB (21/05/2021), setelah genap 3 tahun, RNH kembali menghirup udara bebas. Saat ini RNH telah berumur 23 tahun.
Kepulangan RNH dari Lapas Tembilahan ke Kota Dumai di kawal aparat keamanan.
Menempuh perjalanan ±11 jam, Jumat malam, sekitar pukul 20.00 WIB, RNH pun bertemu kedua orang tua nya di rumah, Kecamatan Dumai Timur.
Pertemuan RNH dan kedua orang tua berlangsung haru dan isak tangis, di saksikan aparat keamanan pengantar dan aparat keamanan Polri/TNI Kota Dumai.
“Terimakasih Pak sudah mengantar anak saya. Sekali lagi terimakasih karena mempertemukan kami orang tua dan RNH,” ungkap si Bapak berlobe putih terisak.
Aparat keamanan pengantar pun juga menyampaikan ucapan terima kasih kembali kepada kedua orang tua RNH, sekaligus menyerahkan RNH.
Kedua orang tua RNH pun mengadakan jamuan syukur internal keluarga, di dampingi RT dan Ustadz.
Wejangan dan nasehat jadi kalimat sakti di terima RNH pada malam itu.

(GBS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *