“Drill, Rokan, Drill!”

DURI, HARIANDJAKARTA.COM

“Drill, baby, drill…!!” atau “Bor, sayang, bor..!!”. Slogan kampanye Partai Republik, Amerika Serikat, pertama kali digunakan pada Konvensi Nasional Partai Republik 2008 oleh mantan Gubernur Letnan Maryland Michael Steele, kemudian terpilih sebagai Ketua Komite Nasional Partai Republik. Tentu bukan goyang ngebor ala Inul Daratista.

Slogan tersebut menyatakan dukungan untuk peningkatan pengeboran minyak bumi dan gas sebagai sumber energi tambahan dan semakin terkenal setelah digunakan oleh calon Wakil Presiden dari Partai Republik Sarah Palin selama debat wakil presiden.

Senada, dengan isu utama menjelang transisi peralihan Blok Rokan, 9 Agustus 2021, dari Chevron ke Pertamina, yaitu menggenjot produksi, agar tidak terjadi penurunan drastis.

Pada 25 Mei 2021 lalu, di Balai Serindit, Gedung Daerah, provinsi Riau, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi dalam rangka persiapan alih kelola blok Rokan dari Perusahaan PT. Chevron ke PT Pertamina Hulu Rokan.

Rakor tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Provinsi Riau Syamsuar, dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Riau Edy Natar Nasution, Unsur Forkompimda Provinsi Riau, Kepala SKK Migas Sumbagut, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Direktur Utama PT Chevron Pasific Indonesia, serta Bupati/Walikota Wilayah Operasi Blok Rokan yakni Walikota Dumai, Walikota Pekanbaru, Bupati Bengkalis, Bupati Siak, Bupati Kampar dan Bupati Rokan Hulu.

Dengan pertemuan yang melibatkan semua pihak tersebut diharapkan alih kelola Blok Rokan dari PT CPI ke Pertamina pada Agustus mendatang berjalan lancar.

Sementara, dalam konferensi pers Pengelolaan Aset Blok Rokan Pascakontrak Kerjasama Migas Berakhir, secara virtual, Jumat (28/05/2021).

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (DJKN Kemenkeu) menyatakan persiapan alih kelola Blok Rokan tengah memasuki pemeriksaan administrasi dan cek fisik Barang Milik Negara (BMN).

Proses tersebut dilakukan sebagai bagian dari transisi pengelolaan Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina (Persero).

Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-Lain (PNKNL) DJKN Kemenkeu Lukman Efendi menyebut pemeriksaan aset tanah baru mencapai 10 persen dari total luas aset tanah dari yang diperkirakan mencapai 64.000 Ha.

“10 persen itu yang sudah kita lakukan cek fisik. Seharusnya sudah kita lakukan semua tapi kan pandemi. Sejak Februari 2020 itu, jadi kalau mau masuk ke sana harus swab, karantina, dan sebagainya. Ini yang jadi hambatan kita,” jelas Lukman.

Menurut LKPP 2019, BMN hulu migas Blok Rokan memiliki nilai sebesar Rp97,78 triliun atau 20 persen dari total nilai BMN KKKS Nasional.

Lalu, aset yang dimiliki yaitu berupa tanah senilai Rp71,74 miliar, harta benda modal senilai Rp96,08 triliun, harta benda inventaris senilai Rp15,94 miliar dan material persediaan senilai Rp1,6 triliun.

(Rilis/GBS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *