Listrik Padam, Pasien RSUD Kota Dumai Posting Video

DUMAI, HARIANDJAKARTA.COM

Beredar video keluhan di duga keluarga pasien cuci darah RSUD Kota Dumai.

Video berdurasi 20 detik, menggambarkan para pasien HD yang akan cuci darah harus antri di suatu ruangan RSUD Kota Dumai. Perkiraan kejadian Sabtu (06/06/2021).

Dari gambar dan narasi video bisa di tebak, saat itu para pasien mengeluhkan buruknya layanan sarana RS, berupa padamnya suply listrik, padahal pasien pengidap HD memerlukan penanganan cepat dan kontaknya.

HD (Hemodialisa) atau Hemodialisis merupakan terapi cuci darah di luar tubuh. Terapi ini umumya dilakukan oleh pengidap masalah ginjal yang ginjalnya sudah tak berfungsi dengan optimal.

Sejak Senin (31/05/2021) sore suplai listrik PLN untuk RSUD terputus. Ini di karenakan Travo milik RS alami kerusakan alias terbakar dan mesin Genset Darurat tidak berfungsi secara otomatis.

Sempat ± 5-6 jam RS lumpuh. Pasien dan para keluarga nya mengeluhkan keadaan karena harus kepanasan tanpa AC, kipas dan penerangan.

“Sudah hampir 5 jam listrik mati. Pelayanan seperti apa begini..?,” omel seorang Ibu.

“Setahu saya, jika listrik RS mati, Genset Darurat akan langsung menyala otomatis,” kesal seorang bapak, seolah tahu teknik kelistrikan dan aturan prasarana darurat RS.

Mereka menyayangkan kinerja pihak RSUD yang tidak sigap mengantisipasi keadaan darurat.

Memang, ada 4 ruangan yang tidak terimbas akibat rusaknya Travo, yakni ruangan IGD, Prinathology, OKA dan ICU.

Keempat ruangan tidak terimbas, karena di dukung peralatan UPS (Uninterruptable Power Supply).

Saat Jurnalis memantau ke ruang “Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana BLU RSUD Kota Dumai” Senin malam (31/05), Genset barusan menyala ±19.00 WIB. Itupun dengan cadangan minyak Solar 2 drum, padahal ada tanki solar khusus diduga tak pernah di pakai.

“RSUD seharusnya mempunyai Genset Darurat ready setiap saat dan mampu mensuplai kebutuhan listrik jika listrik PLN terputus,” tanggap Denew Indra, SE Ketua Persadia (Persatuan Diabetes) Kota Dumai.

Denew Indra bercerita ia sudah banyak mendapat masukan dan laporan selama ini terkait kinerja Manajemen RSUD.

Saat RS di demo masyarakat beberapa waktu lalu, karena Komite Keperawatan dan Komite Medis melakukan aksi mogok layanan, banyak pengaduan yang di terima Denew.

“Kan sudah ada aturan yang mengatur, kalau membangun atau menambah jumlah kebutuhan listrik RS sejalan dengan anggaran penyediaan Genset Darurat yang mampu mensupport,” tambah pria ramah ini.

“Manajemen sangat bobrok memenej RS dan harus mempertanggungjawabkan anggaran. Kok bisa membangun dan menambah peralatan elektronik tidak berbanding lurus dengan ketersediaan kemampuan Genset,” nilai Denew.

“Saya curiga ada indikasi mis manajemen finansial,” Denew Indra.

Denew Indra sudah coba berkomunikasi dengan Walikota H. Paisal, SKM, MARS namun belum ada tanggapan balik.

Namun Denew percaya Paisal mampu mewujudkan Visi “RSUD Kota Dumai Terunggul di Pesisir Sumatera”, sebab Beliau pernah jadi Direktur RSUD.

Denew Indra akan mengikuti terus perkembangan persoalan ini. Ia sudah melaporkan kejadian ini ke Provinsi dan Jakarta. Dan Provinsi sudah komunikasi langsung ke Walikota Paisal.

“Ada aturan “Pedoman-pedoman Teknis Di Bidang Bangunan Dan Sarana RS” Kementerian Kesehatan RI Dirjen Bina Upaya Kesehatan Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik Dan Sarana Kesehatan tahun 2012″ yang mengatur,” tambah nya.

Pada “Pedoman Bangunan Dan Prasarana RS Kelas B, Bagian–V Persyaratan Teknis Prasarana RS”, halaman 95 lembaran ke-158 dari total 809 lembar, poin : 5.4.1, pada sub-poin 2 berbunyi :

(2.) Sumber Daya Listrik Siaga :

  1. Bangunan, ruang atau peralatan khusus yang pelayanan daya listriknya disyaratkan tidak boleh terputus putus, harus memiliki pembangkit/ pasokan daya listrik siaga yang dayanya dapat memenuhi kelangsungan pelayanan.
  2. Sumber listrik cadangan berupa Diesel Generator (Genset). Genset harus disediakan 2 (dua) unit, dengan kapasitas minimal 40% dari jumlah daya terpasang pada masing-masing unit. Genset dilengkapi sistem AMF dan ATS.

Menurut “Pedoman-pedoman Teknis Di Bidang Bangunan Dan Sarana RS” di atas, fakta yang di jumpai Jurnalis HARIANDJAKARTA.COM pada Senin (31/05/2021) malam, ternyata teori dan fakta tidak sesuai.

Semua temuan diduga melanggar aturan 5.4.1 sub-poin 2.

Pertama, Genset baru menyala ±5 jam kemudian sejak pasokan listrik PLN terputus, Itupun dengan cadangan minyak Solar 2 drum.

Kedua, pada Jumat (04/06/2021) sore Jurnalis HARIANDJAKARTA.COM mendapati adanya tambahan 1 unit Genset berkapasitas 300 KVA, lengkap dengan 1 unit baby tank 1 ton berisi minyak Solar. Berarti secara tidak langsung di duga membenarkan ketidakmampuan 2 unit Genset mensupport kebutuhan listrik RS sebesar kapasitas minimal 40% dari jumlah daya terpasang pada masing-masing unit Genset.

Informasi terakhir dari Direktur RSUD drg. Ridhonaldi, Sabtu (06/06) ini Travo pesanan RS sudah datang dari Jakarta dan akan di pasang mengganti yang lama.

“Tapi apapun ceritanya, perlu evaluasi menyeluruh terhadap Manajemen,” kritik Denew Indra.

“Ini menyangkut nyawa manusia,” tutup Denew.

(GBS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *