POLDA JATIM Kembali Tercoreng, Kegiatan Penambangan LIAR Desa Sugihwaras Terus Berjalan

Kediri,Hariandjakarta.com
Maraknya tambang galian c liar yang berada kawasan Kecamatan Ngancar tepatnya di lokasi Petung Ombo Desa Sugihwaras sangat memprihatinkan. Ironisnya tempat galian yang notabene sudah berada di kawasan seperti jurang dan ngarai di keruk lagi buat keuntungan pribadi tanpa memperhatikan dampak lingkungan.

Kegiatan penambangan liar tersebut Tak tanggung tanggung, pengerukan tanah yang di fasilitasi eksavator membuat lokasi tambang milik Sus panggilan akrab penambang tersebut yang notabene warga desa sugih waras.kegiatan dan aktifitas penambangan tersebut diindikasikan di bekingi oknum polisi wilayah hukum setempat dan polda jatim

Menurut informasi yang kami dapatkan dari salah satu warga yang enggan namanya disebutkan menuturkan, bahwa kegiatan tersebut sudah berlangsung lama dan sengaja ditutupi oleh pihak pemerintah desa dan kebal hukum,dan yang jaga di lokasi tersebut adalah preman, padahal sekitaran lokasi galian tersebut terpampang bor bertuliskan Tanah Milik Kodam V Brawijaya, KEMANAKAH APARAT PENEGAK HUKUM SELAMA INI….??? tanah di gerus begitu saja tanpa ada tindakan.

“Hati hati pokoknya mas sama pemilik galian tersebut,warga sini sebenarnya resah dengan adanya kegiatan tersebut,tapi tidak berani mas untuk menyampaikan dan melakukan demo, karena biasanya selalu kita di intimidasi di takut takuti sama preman premannya mas,” ucapnya enggan disebutkan namanya.

Ditambahkannya juga kalau pihak penambang diduga di bekingi oleh tokoh sentral yang ada di Makodim 0809 Kediri, Sementara itu pemerintah desa Sugihwaras saat dikonfirmasi terkait kegiatan penambangan tersebut tidak berani memberikan statement, demikian pula pihak kepala desa juga enggan ditemui awak media kelihatan menghindar atau mungkin sudah terkoordinir hingga tidak mau menemui awak media yang mau konfirmasi terkait galian sus.

Kegiatan pertambangan liar yang di lakukan oleh Sus (Nama penambang-red) tersebut dapat merusak lingkungan yang bisa mengakibatkan longsor serta kerusakan alam. Hal ini sangat bertentangan dengan aturan ketat terkait penambangan dengan segala izin-izinnya untuk tetap berpedoman pada Undang Undang Minerba yakni UU Nomor 3 Tahun 2020 perubahan dari UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara yang jelas jelas mengatur keseluruhan galian.

Saat awak media ini mendatangi TKP tempat mereka melakukan kegiatan tambang ilegal ditemui oleh ceker. Menurutnya kalau pemilik masih berada di kawasan Wates untuk memperbaiki armada dump truck nya dan tidak bisa menemuinya.
” Pak Sus masih di Wates mas, jadi gak bisa nemui, “ ucapnya. (Kiim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *