Sangat Inovatif…SMK Dr Soetomo Surabaya Menampilkan Karya Terbaru di Kegiatan MPLS

Kepala Smekdor’s Juliantono Hadi,Saat Membuka MPLS Tahun Ajaran Baru 2021/2022 di Studio Kreatif Milik SMK Dr.Soetomo Surabaya.

SURABAYA,Hariandjakarta.com
Semangat hari baru ruangan studio baru peralatan Multimedia baru siap berjalan mengarungi Tahun Ajaran Baru 2021/2022.

Kepala Smekdor’s Juliantono,mengatakan dibalik layar proses produksi SMK Dr.Soetomo Surabaya (Smekdor’s) MPLS Virtual 2021 yang dikerjakan Arek2 Crew Smekdor’s dengan mainan barunya. Video virtual 3D Aximmetry yg sudah seperti tayangan acara televisi nasional.

Ini tadi tayangan perdana dan pertama kalinya SMK Swasta Surabaya atau mungkin Indonesia yang mampu mengoperasi perangkat teknologi canggih live streaming berkelas.

Tinggal mencari ide-ide kreatif acara yang menghibur dan asyik untuk ditonton.

Kali ini terlihat berbeda di studio kreatif milik SMK Dr Soetomo Surabaya (Smekdor’s). Studio yang biasanya dibuat untuk rekaman dan shooting didesain menjadi tempat produksi live streaming selama empat hari ke depan untuk masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Setidaknya, ada 15 orang yang terlibat dalam proses pembuatan ini. Mulai kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru produksi film, guru multimedia, osis, hingga crew MMS.

Sebanyak 525 siswa baru Smekdor’s mengikuti pelaksanaan MPLS. Terlihat berbeda ditahun sebelumnya. Ratusan siswa baru ini disuguhkan dengan tampilan live streaming pengenalan sekolah yang diproduksi oleh para guru Smekdor’s.

Masing-masing program studi pun harus siap mengenalkan setiap jurusan diruangan berukuran 12×8 cm imi secara live. Cara ini tentu saja baru dalam MPLS. Biasanya, siswa hanya memperhatikan pengenalan lewat layar smartphone dengan tampilan biasa dalam waktu berjam-jam. Namun, melalui live streaming ini, beberapa tampilan animasi diselipkan untuk membuat forum lebih menarik.

“MPLS tahun ini lebih menarik jika dibanding tahun sebelumnya ya. Tahun kemarin kita hanya siapkan TV LED saja. Tapi tahun ini kita kemas dengan sentuhan animasi supaya tampilannya menarik,” ujar Kepala Smekdor’s Juliantono, Selasa (13/7).

Dikatakan Anton sapaan akrabnya, pengambilan gambar secara live akan membuat siswa lebih tertarik, sehingga tidak mudah bosan. Dalam penyampaian materi MPLS ini, pihaknya hanya memberikan waktu selama dua jam setiap harinya. Kebanyakan materi seputar proses pembelajaran tau kurikulum sekolah dan kompetensi keahlian.

“Memang difokuskan untuk dua hal itu dalam penyampaian materi. Sehingga nanti ketika masuk nilai jurusan lebih mantep. Seperti kompetensi keahlian Akuntansi dijelaskan detail pelajaran apa aja, keunggulannya apa, kesulitan seperti apa, cara mengatasinya bagaimana ini dibahas selama MPLS,” jelasnya.

Di hari terakhir MPLS, Sabtu (17/7) mendatang, Anton mengatakan jika MPLS akan diisi hiburan seni Ludruk Luntas dengan mengudang seniman kenamaan Djadi Galajapo. “Adanya tampilan seni ludruk ini juga untuk menggaet para siswa agar bisa ikut ekstrakurikuler ini. Karena kegiatan ini juga sebagai upaya dalam pelestarian budaya bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Waka Kesiswaan Smekdor’s, Supardi menambahkan meski proses produksi live streaming dilakukan oleh para guru Smekdor’s, namum tak ada kendala yang berarti.

Sebab, sebelumnya tim produksi telah melakukan training untuk penggunaan alat 3D virtual kepada sejumlah guru yang terlibat dalam proses produksi. “Untuk kesulitan Alhamdulillah tidak ada karena sudah kami training sebelumnya,” katanya.

Dalam proses produksi live streaming ini, Adi sapaan karibnya menjelaskan langkah pertama yang disiapkan oleh tim produksi adalah melakukan setup studio green screen, setup lighting, setup kamera, setup PC 3D Axymetri dan PC support Vmix untuk streaming serta instalasi listrik dan jaringan internet.

Selanjutnya, kata dia, proses setting gambar dari kamera ke software 3D Axymetri. Kemudian, setting materi di PC Vmix yang akan ditampilkan saat live streaming baik berbentul power point, Foto dan Video. Terakhir penyiapan setting audio materi dan pengisi acara. “Setelah itu kita siapkan peralatan dan jaringan internet. Upload minimal materi sekitar 30mbps. Jika selesai baru bisa kita mulai untuk produksi live streaming MPLS,” pungkasnya. [Kiim]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *