Kasiman, Petani Genjer Tanjung Penyembal Hidup Tanpa Perhatian Pemerintah

DUMAI, HARIANDJAKARTA.COM—
Di masa pandemi yang tak kunjung henti, banyak masyarakat yang merasakan dampak ekonomi, semoga cepat pulih negri ini.

Lain dengan yang satu ini , seorang Petani bertahan hidup dengan menanam genjer, bernama Kasiman atau akrab disapa Keproh, beralamat di Jln. SMU RT. 03 Kelurahan Tanjung Penyembal Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai, Riau.

Hidup pas-pasan dari hasil tanaman Genjer, namun tanpa sekalipun dapat bantuan Pemerintah.

Ditemui HARIANDJAKARTA.COM Minggu (18/07/2021) Kasiman bercerita usaha tanaman Genjer.

Sebelumnya, lahan basah yang di miliki Keproh seluas 25×65 Meter, sebahagian di tanam dan sebahagian lagi belum.

“Adapun alat yang saya gunakan membajak sawah yakni parang, babat, tajak dan cangkul. Penyemprotan untuk tanaman Genjer berupa racun hama,” terang Keproh.

Lahan yang sudah terbentang disiapkan Kasiman, kemudian satu persatu di tanam, menjelang satu bulan rumput yang tumbuh di semprot racun hama dan lahan ditaburi pupuk Hantu (nama produk).

Pupuk yang perlu di gunakan sebelum di tanam yakni pupuk kandang sapi sebanyak 10 karung, yang mana satu karung nya sebanyak 50 Kg. Pupuk TSP 15 Kg, pupuk KCL 7 Kg dan pupuk Urea 7 Kg.

“Hasil panen selama tiga hari sekali. Dalam hasil panen pertiga hari, jika dirupiahkan sebesar Rp.200.000,” tutup Keproh.

Dengan pekerjaan menanam genjer, sampai saat ini Kasiman masih bisa bertahan di masa Pandemi Covid-19. Walau hidup seadanya.

(GBS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *